Eka Kartika Tidak Pecat Anak Buahnya Yang Terima Suap

Eka Kartika Tidak Pecat Anak Buahnya Yang Terima Suap
Jakarta - Eka Kartika tidak memecat anak buahnya yang kedapatan menerima suap dari pihak berperkara. Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Jakarta itu hanya memutasi bawahannya ke pengadilan lain.

Hal itu terungkap saat Eka menjalani wawancara terbuka di Gedung Komisi Yudisial (KY), Rabu (2/8/2017). Salah satu komisioner, Maradaman mencecar integritas Eka.

"Sudah berapa kali jadi ketua pengadilan negeri?" tanya Maradaman Harahap.

"Tiga kali," jawab Eka.

Maradaman kemudian mencecar Eka, yaitu ketika ia menjadi Ketua Pengadilan Negeri, bagaimana bila menemukan ada bawahannya menerima suap. Eka menjawab saat menjadi KPN Bale Bandung, mendapatkan laporan panitera pengganti menerima suap dari pihak berperkara dengan janji bisa membantu memenangkan kasus. Tapi perkara itu vonis tak sesuai pesanan. Eka lalu memeriksa panitera pengganti tersebut.

"Waktu di Bale Bandung, ada pegawai dilaporkan karena dia menjanjikan mengurus perkara tapi tidak berhasil. Saya panggil, saya tegur. Ketika pemeriksanya setelah selesai, turun tim (Badan Pengawas MA)," ujar Eka menceritakan.

Tim MA kemudian mencecar Eka, sanksi apa yang diberikan kepada panitera pengganti tersebut.

"Saya mengusulkan, karena panitera pengganti, dipindahkan dan dicopot," tutur Eka.

Maradaman mengernyitkan kening. Mengapa panitera pengganti itu tak diusulkan dipecat.

"Kalau dipecat, siapa yang mencicil (uang yang ditagih dari pihak yang berperkara)?" jawab Eka.

Eka juga menceritakan selama menjadi Ketua PN, ia menerima uang dari Pemda. 

"Saya tidak terima begitu saja. Saya tanya ke Kajari, Dandim, Kapolres, apakah mengikat? jawabannya tidak, maka bantuan saya terima. Pengadilan di daerah tidak seperti di Jakarta. Di Kuningan, penyuluhan hukum itu naik turun gunung. Uang itu untuk membeli ban. Uang servis mobil tidak setara. Atau untuk bensin sehari-hari. Bila ada sisa untuk kesejateraan karyawan seperti baju olahraga," tutur Eka.

Wawancara terbuka itu juga bisa dilihat langsung lewat streaming di website KY.

"Tapi bantuan itu tidak bisa mempengaruhi putusan saya," ujar Eka menegaskan. 


-  DETIK  -


Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.