Petinggi Gerindra Benarkan Minta Maaf Ke PDIP

Petinggi Gerindra Benarkan Minta Maaf Ke PDIP
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membenarkan dirinya mengirimkan surat permintaan maaf kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. 

Dalam surat itu disebutkan Arief menghubungkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dengan Partai Komunis Indonesia.

"Benar saya meminta maaf," kata Arief saat dihubungi

Arief lantas menjelaskan alasannya meminta maaf. 

Pertama, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meneleponnya agar dia menyelesaikan masalah pernyataan "wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI karena menipu rakyat".

"Padahal saya itu tidak menuduh PDIP sebagai PKI. 

Saya itu hanya menanggapi pernyataan Hasto yang bicara di salah satu media online. Dia mengeluh, setelah mengkritisi statementnya Prabowo pada saat di Cikeas, UU Pemilu itu lelucon politik yang menipu rakyat, Prabowo sangat berambisi," kata dia.

Arief menyampaikan dalam pemberitaan itu Hasto bercerita bahwa PDIP menjadi pemenang Pemilu tapi tidak mendapatkan kursi Ketua DPR. Sementara di luar parlemen mereka dihajar, dikaitkan dengan PKI.

"Saya mengirim rilis tanggapan untuk Hasto (Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto). UU Pemilu melanggar kontitusi, dengan presiden treshold 20 persen berdasar hasil Pemilu 2014. Itu tidak hanya lelucon politik tapi ngelawak.

Jokowi dan seantek-anteknya itu bohongi rakyat, wajar saja disamakan dengan PKI karena sering nipu rakyat. Putus di situ," tutur dia.

Sayangnya, lanjut Arief, berita soal tanggapannya itu tidak disertai dengan pernyataan Hasto. Meski demikian, pada akhirnya, dia pun memutuskan meminta maaf.

"Saya buat surat itu daripada ribut. Buat apa? Ini kan (persoalan seperti ini, polemik di media karena sebuah pernyataan, saling kritik) cuma pepesan kosong," tutur dia.

Arief menambahkan bahwa dia tidak pernah mengait-ngaitkan PDIP dengan PKI. Tapi ada pihak lain yang melakukannya. "PDIP sering dikait-kaitkan dengan PKI, bukan saya. Misalnya Alfian (Tanjung)," kata dia.

Selain itu, Arief juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Hasto melalui sambungan telepon. Menurutnya, hubungannya dengan Hasto dan petinggi PDIP lainnya baik-baik saja.
Lapor ke Polisi

Arief juga berbicara mengenai kemungkinan masalahnya tersebut sampai ke ranah hukum. Bila memang ada pihak-pihak yang melaporkannya ke polisi, dia siap melawan.

"Kalau proses hukum saya hadapi. Tanpa Prabowo, tanpa Gerindra," kata dia. 

Arief mengatakan bahwa organisasinya di serikat buruh lebih besar dari Gerindra. Dia tidak takut bila harus menghadapi hukum gara-gara kasus tersebut.

Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.