Ternyata Venus Punya Kehidupan Yang Layak Seperti di Bumi, Apa Benar?

Ternyata Venus Punya Kehidupan Yang Layak Seperti di Bumi, Apa Benar?
Paris - Ilmuwan dari Universite Paris-Saclay mengungkap temuan unik terkait Venus: pernah punya kehidupan layaknya bumi. Itu terungkap dari sebuah simulasi baru yang menunjukkan planet ini pernah memiliki air dan mungkin pernah punya kehidupan di sana. 

Studi yang terbit dalam Journal of Geophysical Research: Planet edisi 26 Juli 2017 itu mengungkap, di beberapa titik, Venus purba pernah punya cukup banyak awan. Kondisi tersebut memungkinkan planet kedua dalam tata surya kita ini cukup dingin untuk menciptakan samudera dangkal pada miliaran tahun lalu.

"Venus punya karbon dioksida yang sama dengan saat ini," tulis tim dalam jurnal berjudul "Thermal radiation of magma ocean planets using a 1-D radiative-convective model of H2O-CO2 atmospheres" itu. Kondisi tersebut, menurut tim, cukup untuk membiarkan air berada di permukaan dengan kondisi suhu yang dingin, meski cukup dekat dengan matahari.

Tim yang dipimpin Emmanuel Marcq, pakar astrofisikawan, ini memasukkan banyak kemungkinan untuk membuat simulasi Venus. Termasuk salah satunya rotasi. Venus berputar lebih lambat dari bumi. Putaran Venus memakan waktu sekitar 116 hari di bumi.

Faktor lainnya adalah tingkat karbon dioksida, panas dari matahari, dan perkiraan jumlah air di Venus. Faktor-faktor ini berangkat dari studi sebelumnya dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tentang proses terbentuknya sebuah planet. 

Dalam studi tersebut, tim ilmuwan NASA Goddard Institute for Space Studies (GISS) di New York menggunakan model yang biasanya dipakai untuk memprediksi perubahan iklim di bumi. 

"Model ini bisa dipakai untuk melihat iklim planet lain, sekarang maupun masa lalu," kata Michael Way, anggota tim dari NASA, seperti dikutip dari laman berita Daily Mail, 3 Agustus 2017. 

Way menjelaskan, Venus purba berbeda dengan yang sekarang. Menurut dia, proses terbentuknya sama dengan bumi, tapi berbeda dalam proses evolusi.

Ilmuwan dari Universitas Rice juga sempat menelurkan sebuah studi tentang Venus. Dalam studi tersebut dijelaskan, bahwa evolusi kecil dapat mengubah nasib sebuah planet. Bisa saja, tulis tim, Venus yang akan tumbuh hijau dan bumi yang menjadi planet mati.

Tim NASA menyatakan, seperti bumi, Venus pernah memiliki samudera. Misi NASA ke Venus pada dekade 1980 memperkirakan Venus purba pernah memiliki samudera yang dangkal. Namun, karena lebih dekat dengan matahari, air lebih cepat menguap.

"Tanpa air di permukaan, karbon dioksida tumbuh di atmosfer dan menyebabkan efek rumah kaca," kata Anthony Del Genio. Studi ini memasukkan kemungkinan matahari purba yang lebih redup 30 persen ketimbang sekarang.


-  TEMPO  -


Sign out
Baca Juga ×
Diberdayakan oleh Blogger.